Kisah dimulai dari perjalanan Hepi yang ditinggal ayahnya di tanah Minang sebagai hukuman. Merasa sakit hati dan terbuang, Hepi kemudian hidup bersama kakek dan neneknya sambil bekerja mengumpulkan uang demi bisa pulang ke Jakarta. Dalam perjalanannya, Hepi menyadari bahwa dendam terhadap ayahnya tak lepas dari sebuah rasa rindu dan takut.