Text
Lonceng kapel tetap berdentang
Ketika berlibur ke kampung halamannya, Suster Maria bertemu dengan Frater Wiradi, teman SMP dulu. Kunjung-mengunjung pun berlangsung, antar-mengantar pun berkelanjutan. Keakraban semakin nyata, perasaan saling suka mulai bersemi. Jalan Malioboro, pameran di Kemetiran, Keraton Jogja, Taman Sari dan sebagainya mengukir jejak-jejak langkah dan saling bergandengan kedua insan ini. Banyak saat ketika Suster Maria berhasil menyelamatkan kemurnian hubungan mereka, walaupun suster yang lembut ini dihimpit dambaan kewanitaannya. Hasrat ingin memiliki dan dimiliki antara mereka tumpah lewat surat-surat yang silih kunjung. Di saat Frater Wiradi ditahbiskan menjadi Romo, sadarlah Suster Maria bahwa dia tidak punya siapa-siapa lagi. Namun segala kerinduannya pada Romo Wiradi, walaupun tak terpupus sepanjang hayatnya, cintanya yang paling agung telah tersalib dan melumer dalam darah Kristus.
Tidak tersedia versi lain